Mungkin terdengar bertentangan pada awalnya: kami sangat menghargai anjing Bali asli — sejarah, ketahanan, dan peran mereka dalam budaya pulau ini — namun kami juga secara aktif melakukan sterilisasi terhadap mereka.
Faktanya, masalah utamanya adalah populasi berlebih.
Tanpa pengendalian, ribuan anak anjing lahir setiap bulan — jauh lebih banyak dari yang bisa dirawat atau diberi makan. Banyak yang akhirnya sakit, kelaparan, atau mati di jalanan. Dengan melakukan sterilisasi, kita menghentikan penderitaan di sumbernya.
Sterilisasi bukan tentang “menghapus” ras anjing Bali, melainkan melindungi mereka agar dapat hidup sehat, aman, dan dihargai sebagaimana mestinya.
Dengan menjaga jumlah populasi tetap seimbang, kita membantu mereka tetap menjadi bagian hidup dan budaya Bali, tanpa harus menghadapi kekejaman akibat kelahiran tak terkendali.
Mereka mungkin tidak dianggap “bernilai komersial” seperti anjing ras, tetapi anjing Bali adalah bagian tak tergantikan dari warisan hidup pulau ini.
Sayangnya, banyak dari mereka yang harus bertahan sendiri — tanpa vaksin, tanpa perawatan, dan berkembang biak tanpa kendali.
Apa yang kami lakukan bukan tentang mengurangi keberadaan mereka, melainkan mengurangi penderitaan mereka.
Dengan mensterilkan, kami tidak menghapus mereka dari Bali — kami membantu mereka yang ada untuk hidup lebih sehat, lebih aman, dan lebih bermartabat. Kami percaya setiap anjing berhak mendapatkan kasih sayang, perawatan, dan kehidupan yang layak — bukan kelaparan, penyakit, atau penelantaran.
Melalui kerja ini, kami juga mendorong:
Percayalah, kami tidak ingin melakukan ini selamanya.
Namun hingga keseimbangan tercapai, ini adalah cara paling manusiawi untuk melangkah maju.